You are here

Lokasi Makam ODM Dibangun Altar, FPI Minta Pemda Segera Bertindak

Kemunculan altar tempat sembahyang, di bawah bukit di belakang lokasi Makam Opu Daeng Manambon (ODM), disesali berbagai kalangan masyarakat. Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pontianak, meminta Pemkab Pontianak melalui dinas instansi terkait, segera mengambil tindakan tegas.

Kemunculan altar tempat sembahyang, di bawah bukit di belakang lokasi Makam Opu Daeng Manambon (ODM), disesali berbagai kalangan masyarakat. Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pontianak, meminta Pemkab Pontianak melalui dinas instansi terkait, segera mengambil tindakan tegas.

“Makam Opu Daeng Manambon merupakan tempat yang sakral. Kami minta bangunan altar tersebut dipindahkan saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, Kita minta Pamkab bertindak tegas,,” kata Sekretaris FPI Kabupaten Pontianak, Sawadi.

Mendapat informasi adanya pembangunan altar di Makam ODM, Bupati Pontianak, Ria Norsan, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Parbudpora) Kabupaten Pontianak dan pihak Keraton Amantubilllah Mempawah.

Bupati sendiri tidak ingin dengan adanya pembangunan altar, dapat memicu terjadinya sengketa antar warga.  “Saya juga baru tahu ada altar di lokasi ODM. Tapi kita akan koordinasikan dulu, dengan pihak kerajaan, dinas serta orang yang membangun altar. Apakah ada sisilia mereka di sana. Biasanya orang membangun altar, dikarenakan ada makam keturunan mereka, sebagai bentuk penghormatan mereka membangun altar. Tapi jika tanpa izin dan tidak ada sisilia, ini menyalahi aturan, maka kita bisa mengambil tindakan tegas. Untuk itu, saya sendiri juga akan langsung meninjau ke lokasi,” kata Ria Norsan, yang merasa penasaran atas adanya pembangunan altar di Makam ODM.