You are here

PUNDI-PUNDI

Cornelis: Anggaran Desa Harus Bersifat Terbuka

Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan desa (Pemdes) yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan (Perpu), maka dapat dikatakan di satu sisi Pemdes tidak patuh pada Perpu, dan di sisi lain juga telah tidak tertib azas penyelenggaraan pemerintahan, dan akibatnya yang mengalami kerugian tidak hanya masyarakat, tapi masyarakat akan mengalami krisis kepercayaan terhadap Pemdes.

“Saya harap, dalam menyusun anggaran desa hendaknya dapat menumbuhkembangkan sikap terbuka dan transparansi kepada masyarakat, maupun BPD, setiap anggaran kepala desa juga diwajibkan menyampaikan LPKJ kepada BPD,” kata Gubernur Kalbar Cornelis.
Dirinya berharap, anggaran dan pendapatan belanja desa harus sudah mulai disusun secara tertib dan dilaksanakan. Apabila sudah masuk akhir tahun anggaran, LPKJ kepala desa juga sudah mulai disusun dan dilaksanakan sebagai bentuk pertanggung jawaban.
Dikatakannya, komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar bahwa arah dan kebijakan pembangunan serta penyelenggaraan pemerintah di semua jenjang pemerintah di bawahnya, dapat menerapkan tertib dalam pemerintah sebagai soko guru di dalam pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.
“Kedudukan seorang kepala desa sangat strategis, dan berada pada level atau jenjang pemerintah yang dekat dengan masyarakat, terutama sekali dekat pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, maupun dekat dalam mendengar kebutuhan dan harapan serta aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya...

CU Sabhang Utung Berdayakan Masyarakat Terpencil

Credit Union Sabhang Utung yang lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Ambalau diharapkan menjadi lembaga keuangan yang terus melayani dan memberdayakan masyarakat terpencil di Kecamatan Ambalau.

 “CU ini harus mampu memberdayakan masyarakat Desa Buntut Sabon dan sekitarnya dengan mengajak masyarakat untuk bekerja keras, menabung dan memanfaatkan peluang usaha yang produktif. Hasil akhirnya tentu kita ingin melihat ada perubahan pola pikir masyarakat ke arah yang lebih baik, semakin sejahtera, dan mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya. Saya yakin masyarakat desa ini akan terus berkembang dengan hadirnya CU di sini, ditambah lagi sudah adanya sarana pendidikan setingkat SD dan SLTP,” harap Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat meresmikan kantor pelayanan CU Sabhang Utung di Desa Buntut Sabon Kecamatan Ambalau, Rabu (18/4).
Ia melihat peluang CU Sabhang Utung sangat besar karena mampu mengajak masyarakat untuk menjadi anggota CU. “Segenap masyarakat Desa Buntut Sabon dan sekitarnya untuk terus menambah lahan kebun karet dan tidak ragu menjadi anggota CU sebagai tempat kita menabung dan menyiapkan masa depan anak-anak kita. Bahkan  kalau bisa, CU sudah kita kenalkan sejak dini kepada anak-anak,” tambahnya.
Kelabang tokoh masyarakat Buntut Sabon menjelaskan bahwa berdirinya kantor CU Sabhang Utung di desanya merupakan impian masyarakat sejak 7 tahun yang lalu karena akan sangat membantu masyarakat untuk bisa menabung, meminjam dan pengiriman uang untuk keperluan usaha dan pendidikan.
 “Kita sangat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada anggota dengan menambah kantor baru di beberapa titik strategis. Selama 8 tahun melayani masyarakat pedalaman Ambalau, kami merasa ada dua kendala yakni masalah sulitnya transportasi dan mengubah pola pikir masyarakat. Membuka kantor disini merupakan salah satu upaya kami untuk terus berkembang, untuk itu hendaknya seluruh anggota dan masyarakat bisa menjaganya,” jelas Yohanes, SE Manajer CU Sabhang Utung.
Antonius Anyo Ketua CU Sabhang Utung mengatakan kondisi geografis yang sangat sulit seperti di perhuluan Ambalau akan diatasi dengan pengadaan telpon satelit yang dipergunakan untuk kelancaran komunikasi dan pengiriman uang, sehingga nantinya masyarakat Buntut Sabon dan sekitarnya bisa mengirim uang baik untuk keperluan usaha maupun pendidikan dengan cepat ke Nanga Kemangai dan Kota Sintang. “Sejak tahun 2012 ini, nilai transfer per bulannya bisa mencapai 3 milyar” jelasnya.
Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ny. Katty Evelina Milton dan pemberkatan gedung oleh Pdt. Samuel Acai, M. Th. Bupati Sintang dalam kunjungan tersebut didampingi oleh Kadis Perhubungan Drs. Hatta, M. Si, PLT Kadis Sosnakertrans Drs.Florensius Kaha, M. Si dan Kabag Hukum Setda Sintang GA Anderson. (rilis/Syukur Saleh). 

Angka Kemiskinan Kalbar Menurun 8,48 Pesen

///ada foto///
Arahan
Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie saat menyampaikan arahan kepada peserta studi lapangan Diklatpim II LAN angkatan 33 di Balai Petitih Kantor Gubernur. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Pengurangan angka kemiskinan menjadi salah satu ideologi dan prioritas, oleh sebab itu Pemerintah Kalbar telah berusaha untuk mengentas angka kemiskinan tersebut dengan melakukan gerakan pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat, program yang sudah ada dioptimalkan serta disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
“Paradigma, bahwa pemerintah sebagai penolong orang miskin harus diubah, oleh karenanya Pemprov Kalbar telah memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat,” kata Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie, saat menerima rombongan peserta studi lapangan Diklatpim II LAN angkatan 33 di Balai Petitih Kantor Gubernur, belum lama ini.
Dikatakannya, kebijakan ini telah menunjukkan keberhasilan Provinsi Kalbar dalam menekan angka kemiskinan hingga turun menjadi 8,48 persen,
Meskipun masih terdapat 10 kabupaten yang tergolong tinggal dan miskin dari 12 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kalbar.

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Meningkat

Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie mengatakan, kinerja pertumbuhan  ekonomi Provinsi Kalbar baik dan stabil yang menunjukkan peningkatan.

Pada tahun 2011 Pemerintah Provinsi Kalbar telah banyak melakukan terobosan dan upaya dalam bidang investasi, berupa kebijakan jangka menengah dan potensi investasi, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 9 persen pada tahun 2011.
“Pertumbuhan investasi tersebut secara nasional sangat baik dengan diberikannya Pemerintah Provinsi Kalbar penghargaan dari Pemerintah Pusat,” kata M Zeet Hamdy Assovie.
Ia mengatakan, dalam mempercepat pembangunan ekonomi untuk meningkatkan daya tahan ekonomi dan daya saing daerah Provinsi Kalbar, maka dalam pembangunan makro ekonomi dilakukan dengan pembangunan kewilayahan, pembangunan kawasan-kawasan industri serta pengembangan kawasan daya saing daerah dengan sistem regional manajemen yaitu regional Singbebas (Singkawang, Bengkayang dan Sambas).
Regional Managemen Kapuas Kabupaten Sekadau, Melawi, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Untuk wilayah kepulauan dan pesisir yaitu, Kabupaten Pontianak, Bengkayang, Sambas, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara dan Kota Singkawang.
“Pengembangan kawasan ekonomi terpadu Sanggau sangat diharapkan dapat memacu laju pergerakan ekonomi Kalbar,” jelasnya.
Untuk menekan angka pengangguran di Provinsi Kalbar, dimana sebelumnya  tahun 2010 sebesar 4,62 persen dapat ditekan menjadi 3,88 persen pada tahun 2011, dan angka ini melampaui angka pengangguran nasional.
Beberapa indikator dalam menekan angka pengangguran tersebut di antaranya  dengan menciptakan  lapangan pekerjaan.
“Salah satunya menciptakan iklim investasi dan perbaikan daya saing daerah, dan pengambangan ekonomi kreatif serta mendorong pengambangan program UMKM,” ujarnya.

24 Kelompok Tani Penuhi Kebutuhan Benih KKR

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya akan mengarahkan penggunaan benih unggul, guna mendukung peningkatan produksi dan menambah luas areal tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya Suharjo mengatakan untuk menyukseskan program tersebut pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan 24 kelompok tani, dimana 24 kelompok tersebut akan didampingi dan dibina untuk menjadi penangkar benih.
“Jika ke-24 penangkar tersebut nantinya benar-benar dapat eksis menjadi penangkar, optimis akan mampu memenuhi kebutuhan benih di KKR,” kata Suharjo.
Petani yang mengikuti program intensifikasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya dapat terpenuhi dari produksi lokal. Sesuai hasil uji coba dan sesuai varietas padi unggul yang dikeluarkan kementerian pertanian tahun 2012 lebih banyak varietas empara dua yang cocok untuk daerah rawa dan pasang surut.

Halaman 1 dari 205